Tuchel Tak Yakin Dengan Masa Depan Mbappe Dan Neymar Di PSG

Kylian Mbappe membuka peluang mencari tantangan baru sementara Neymar Jr selalu jadi objek gosip di setiap jendela transfer.

Sepakbola.com, Paris – Pelatih Paris St Germain Thomas Tuchel tidak memberikan jaminan masa depan dua bintang mereka, Kylian Mbappe dan Neymar akan tetap di klub atau tidak.

Mbappe menjadi tajuk berita utama dengan pidatonya setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik Ligue 1 versi persatuan pemain sepak bola profesional Prancis musim ini. Ia membuka peluang untuk mencari tantangan dan proyek baru.

Komentar dari pemenang Piala Dunia berusia 20 tahun itu memicu spekulasi tentang kepindahannya dari juara Ligue 1. Sementara masa depan Neymar diduga masih abu-abu, dengan semakin berhembusnya rumor kepulangannya ke La Liga.

Tuchel menyesali komentar yang dilontarkan Mbappe. Namun demikian eks manajer Borussia Dortmund itu mengakui bahwa ia tidak dapat memastikan kedua pemain andalannya itu akan tetap di klub.

“Sebagai seorang pelatih, saya ingin mereka melanjutkan kariernya di sini bersama kami, tetapi ini adalah sepakbola, kami tidak naif,” kata Tuchel pada konferensi pers, seperti dilansir AS.

“Banyak klub ingin mentransfer banyak pemain dan pasar transfer yang gila, tapi jika Anda bertanya kepada saya, pelatih, ya, saya ingin mereka ada di sini musim depan. Tetapi jika tidak, kami akan menemukan solusi.

“Mbappe memiliki tujuan, dia sangat cerdas dan mungkin dia pikir sudah waktunya untuk mengatakannya, tetapi dia disini, seperti semua pemain PSG, untuk memikul tanggung jawab.

“Tidak perlu membuat pidato untuk mengatakan itu. Dia pria yang spesial, dia ingin mencetak gol, mencetak banyak gol, dan memenangkan semua gelar yang mungkin, kita harus menerimanya, saya tidak marah.”

Penurunan jelang akhir musim

Tuchel memang berhasil mempertahankan dominasi PSG di Ligue 1, tapi tim berjuluk Les Parisiens itu kembali gagal di Liga Champions setelah tersingkir di babak 16 besar oleh Manchester United. Lebih parah lagi trofi Coupe de France dan Coupe de la Ligue juga gagal diamankan.

Hasil itu menambah tekanan pada manajer Jerman, namun dia bersikeras dia bertekad untuk membantu klub untuk bergerak maju.

“Itu selalu menjadi tujuan saya untuk tumbuh dan belajar, itu sebabnya saya di sini,” tambahnya.

“Ini adalah hadiah untuk menjadi pelatih, penting bagi saya untuk bekerja di negara lain, ini adalah pengalaman hebat, tetapi itu baru permulaan.”

“Fase terakhir musim ini agak sulit, kami membuat analisis, klub tahu itu dan sekarang kami harus meningkatkan perfoma,” tutupnya. (Sumber: Daily Mail)

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini