Van Dijk Pernah Hampir Pensiun Gara-gara Makanan

Sepakbola.com, Liverpool – Bek Liverpool, Virgil van Dijk mengungkapkan hampir menamatkan karier sepakbolanya setelah menderita penyakit yang mengancam jiwa delapan tahun silam. Hal itu disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, dan sering makan sembarangan.

Bek tangguh asal Belanda itu dianggap sebagai salah satu bek terbaik dunia sejak pindah ke Anfield dari Southampton. Kedatangannya ke Merseyside Merah berhasil memecahkan rekor transfer di posisi bek senilai 75 juta pounds pada Januari tahun lalu.

Dia semakin meningkatkan reputasinya dengan musim yang bagus dijalaninya bersama Si Merah. Van Dijk membantu Liverpool melawan Manchester City untuk gelar Liga Premier, meski pada akhirnya kalah dengan perbedaan satu poin dan menjadi runner-up. Namun begitu mereka juga berhasil mencapai final Liga Champions.

Pertunjukan itu membuatnya meraih penghargaan Pemain Terbaik Tahun ini versi PFA. Tapi dengan pengalamannya, dia sangat bersyukur pada apa yang dijalaninya saat ini.

Kembali pada tahun 2011, Van Dijk menderita penyakit peritonitis parah selama waktunya bermain di klub kota kelahirannya, Groningen di Belanda.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, pahlawan Anfield telah membuka tentang penyakit yang merupakan infeksi pada lapisan dalam perut.

“Itu tidak sederhana. Itu adalah periode di mana aku merawat diriku untuk pertama kalinya dalam hidupku. Aku tidak bisa memasak,” ungkap bek 27 tahun itu.

“Saya tinggal dengan pemain lain dan jika Anda semuda itu, Anda pikir itu mudah. ​​Kami baru saja berlatih. Kami tidak akan mencoba dan memasak. Kami pergi ke suatu tempat untuk makan.”

“Setelah saya makan begitu banyak sampah, usus buntu itu terpengaruh. Saya terus makan hal-hal buruk. Bagian dalam perutku serasa meledak, dan itu adalah waktu yang sangat sulit.”

“Saya belajar banyak tentang makanan dan bahwa kita harus menghargai setiap situasi yang kita hadapi.”

“Ketika sesuatu seperti itu terjadi, kamu banyak berpikir dan hari ini aku menghargai semua yang kita punya. Aku tahu bahwa hidup lebih dari sepak bola. Kami memiliki keluarga dan ini semua tentang menjadi bahagia dan sehat,” tutupnya. (Sumber: Liverpoolfc)

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Setyo Bagus

Komentari Artikel Ini