5 Pemain Besar Yang Pensiun Musim 2018-19

Sepakbola.com – Setelah mencatatkan karier yang luar biasa sebagai pesepakbola profesional, musim 2018-2019 menjadi akhir perjalanan bagi beberapa pemain dengan nama besar.

Permainan terus berkembang setiap saat dan usia pemain tidak bisa dihentikan, akan terus bertambah dan raga mereka juga semakin menurun. Mau tidak mau, mereka akan terisisihkan dan digantikan pemain baru.

Memang ini cukup menyedihkan bagi penggemar mereka, tetap sepak bola tidak punya pilihan lain, merek tidak bisa mempertahankan pemain yang tidak bisa mengikuti perkembangan klub lagi.

Berikut 5 pemain yang menyatakan pensiun setelah musim 2018-2019:

5. Petr Cech

Final Liga Europa pertandingan terakhir Cech, tapi Arsenal kalah telak lawan Chelsea. Itu menandai akhir dari 20 tahun karier Cech, yang pindah ke London pertama kali tahun 2004 dari klub Perancis, Rennes.

Cech memenangkan Golden Glove Premier League empat kali dan masuk tim PFA dua kali. Dia tampil 494 kali untuk Chelsea – paling banyak untuk pemain dari luar Inggri. Cech juga merasakan empat kali juara Premier League, empat Piala FA, tiga Piala Liga, serta masing-masing sekali juara Liga Europa dan Liga Champions.

Cech pindah Arsenal pada tahun 2015 usai kehilangan tempatnya di Chelsea, dia memenangkan Piala FA dan mencatatakan 40 clean sheets dari 110 penampilan di Premier League. Total Cech mencatat 220 clean sheets selama kariernya di Premier League. Pada pertandingan terakhirnya, dia kebobolan empat kali melawan klub yang membesarkan namanya.

4. Andrea Barzagli

barzagli matuidi juventus Tottenham Hotspur Di Liga Champions

Apil 2019 Barzagli memutuskan pensiun dari sepakbola akhir musim 2018-2019. Debut profesionalnya adalah bersama klub semi-profesional Rondinella pada 1998. Barzagli lalu debut di Serie A bersama Chievo tahun 2003 dan akhirnya terkenal saat bermain untuk Palermo. Tahun 2008 dia kontrak Wolfsburg, dua setengah musim di sana dan dia memenangkan Bundesliga.

Tahun 2011 Barzagli kembali ke Italia, bergabung dengan Juventus dan kemudian memenangkan 8 gelar Serie A berturut-turut antara tahun 2012 dan 2019 termasuk empat gelar Coppa Italia antara tahun 2015 hingga 2018. Bersama Leonardo Bonucci dan Giorginio Chiellini mereka membentuk tembok kokoh di lini belakang Juventus.

Orang-orang menganggapnya terlambat berkembang karena pemain 38 tahun ini baru menonjol dalam beberapa tahun terakhir. Kecerdasannya, kemampuan dia udara dan kemampuan menghalau bola satu lawan satu membuatnya menjadi bek tangguh. Dia anggota tim kunci Juve dan timnas Italia.

3. Yaya Toure

Mantan pemain Manchester Citym Barcelona dan timnas Pantai Gading pensiun setelah kontraknya diakhiri klub Yunani Olympiakos musim 2018-2019. Toure bercita-cita menjadi striker saat muda, tetapi di menjadi bek tengah untuk Barcelona di final Liga Champions 2009.

Toure melewati sebagian besar kariernya sebagai gelandang box to box untuk klub dan negara, dia dianggap salah satu pemain terbaik dunia di posisinya. Salahs satu pemain Afrika terbaik sepanjang masa, Toure terpilih sebagai Pemain Terbaik Afrika tahun 2011, 2012, 2013 dan 2014.

Kekuatan utama Toure adalah jaangkauannya mengitari lapangan, ketajaman penglihatan dan kemampuan fisik. Dia berbakat dengan teknik dan kontrol bola yang baik dan dia juga sangat bagus menghancurkan serangan lawan dan merebut kembali bola. Dia juga finisher yang mumpuni, kekuatan dan akurasi tendangannya sering membobol gawang lawan dari luar kotak penalti.

2. Robin Van Persie

Legenda sepakbola dan sundulannya di Piala Dunia 2014 saat melawan Spanyol tidak akan terlupakan. Pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas Belanda dan dianggap salah satu striker terbaik di generasinya.

Van Persie debut senior dengan Feyenoord musim 2001-02 dan dia memenangkan Piala UEFA dan diberi penghargaan Football Talent of the Year. Dia bergabung dengan Arsenal tahun 2004 dengan nilai transfer 2,75 poundsterling untuk menjadi pengganti Dennis Bergkamp. Setelah menjadi kapten Arsenal tahun 2011, van Persie bergabung dengan Manchester United dan dia dilepas ke Fenerbache tahun 2015 dan kemudian kembali ke Feyenoord Januari 2018 dengan gratis. Dia memenangkan Pial Belanda untuk pertama kalinya.

1. Xavi Hernandez

Gelandang paling luar biasa sepanjang masa, dia bersama jajaran Zinedine Zidane dan Pirlo dan merupakan generasi emas Spanyol yang memenangkan 2 Euro serta 1 Piala Dunia dalam waktu 4 tahun. Xavi bergabung dengan La Masia pada usia 11 tahun, debut melawan Malorca pada Agustus 1998. Secara keseluruhan dia bermain 700 pertandingan dan mencetak 85 gol. Xavi pemain pertama yang tampil 150 kali di kompetisi Eropa dan Piala Dunia. Dia adalah inti dari permainan tiki-taka Barca.

Bersama Barcelona Xavi memenangkan delapan gelar La Liga dan empat gelar Liga Champions. Dia memenangkan 31 trofi untuk Barcelona dan Spanyol, ini hanya dilampaui rekannya Iniesta. Dia posisi ketiga Pemain Terbaik Dunia FIFA tahun 2009 dan posisi ketiga untuk Ballon d’Or tahun 2010 dan 2011.

Xavi memiliki keakuratan dan kecerdasan umpan, pasising cepat dan memiliki skill individu yang apik untuk mengelabuhi bek-bek lawan. Pada 28 Mei 2019 secara resmi pensiun dan menjadi pelatih Al-Sadd dengan kontrak dua tahun. Xavi secara terbuka mengatakan dia ingin melatih Barca suatu saat nanti.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini