5 Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah Liga Champions

Sepakbola.com – Liga Champions menjadi ajang unjuk gigi bagi bintang-bintang sepak bola dunia dan selalu melahirkan talenta baru. Tapi hanya beberapa nama yang berhasil memantapkan diri sebagai yang terhebat untuk kompetisi tertinggi antarklub Eropa ini. Catatan mereka sulit ditaklukkan pemain lain sehingga mereka masuk dalam legenda Liga champions. Siapa saja mereka?

Cristiano Ronaldo

Ronaldo berhasil meraih lima trofi Liga Champions, hanya legenda Real Madrid Francisco Paco Gento yang mengalahkan dia (enam kali – 1956-60 dan 1965-66), tetapi pada saat itu namanya masih European Cup. Dia mencetak 126 gol dan 34 assist memimpin kedua kategori ini.

Ronaldo mencetak 65 gol dari 79 pertandingan fase knockout yang menunjukkan potensi luar biasanya di kompetisi ini. CR7 juga menjadi pesepakbola pertama yang mencatatkan 50 gol di Liga Champions dalam beberapa tahun terakhir.

Saat di final dia juga seperti punya liganya sendiri. Dua golnya pada musim 2017-2018 melawan Juventus dan penalti 2013-2014 melawan Atletico Madrid, ditambah sundulan indah untuk Manchester United saat melawan Chelsea 2007-2008, menjadikannya satu-satunya pemain yang mencetak tiga gol sejak 1992-1993 yang mengubah citra Liga Champions.

Alfredo di Stefano

Pemain kelahiran Buenos Aries ini satu dati tiga pemain – termasuk Gento dan Joe Maria Zarraga – yang berperan mendapatkan lima kemenangan Liga Champions untuk Real Madrid. Berbeda dengan dua lainnya, pemain yang dijuluki Saeta Rubia (Busur Pirang) secara sensasional mencetak gol di masing-masing laga final mereka. Ini belum pernah terjadi sebelumnyaha hattrick 1956-60 saat membantai Eintracht Frankfrut Jerman yang dianggap sebagai penentu kompetisi.

Fransisco ‘Paco’ Gento

Paco tentu saja pantas mendapatkan tempat di sini, sayap kiri secepat kilat memberikan kedinamisan pada Real Madrid yang menyapu semua gelar mereka di tahun 1956-1960. Diberkahi dengan umur yang panjang dia mengantarkan generasi baru Real untuk sukses di 1965-1966 melawan tim Yugoslavia Partizan Belgrade.

Kemenangan keenam mereka ini menjadikannya sebagai pemain timnas Spanyol Gento sebagai pemain tersukses dalam sejarak  European Cup/ Champions League. Hebatnya perhitungan ini bisa menjadi lebih baik lagi. Dia satu-satunya pemain yang bermain di Piala Eropa selama 15 musim berturut-turut dan dia ada untuk menaklukkan Eusebion Benfica yang luar biasa pada musim 1961-62 dan Helenio Herrrera Inter 1963-1964.

Lionel Messi

Pada musim ke-15nya bersama Barcelona, penyerang ikonik Argentina ini mencetak 112 gol dari 135 pertandingan yang membuatnya menjadi topskorer kedua sepanjang masa di Liga Champions. Dia juga pemenang empat kali kompetisi ini, membantu mengalahkan Manchester United 2008-2009 dan 2010-2011 serta berperan penting melawan Juventus 2014-2015 – cedera tak bisa membuatnya tampil saat menang final 2005-2006 melawan Arsenal.

Hattrick di babak grup 18 September melawan PSV Eindhoven merupakan hattrick kedelapannya di Liga Champions – ini merupakan rekor kompetisi. Dia sangat memukau melawan Liverpool pada leg pertama semifinal musim ini, tetapi akhirnya gagal meraih trofi kelima.

Usia Messi masih 31 tahun dan catatan ini memberikan dia modal untuk mendobrak rekor-rekor lain di Liga Champions. Dibandingkan dengan pesaing utamanya, Ronaldo yang sudah 34 tahun secara logika dia unggul dalam usia.

Paulo Maldini

Delapan penampilan terakhir bek AC Milan mencapai final delapan kali (lima kali menang, 3 kali kalah) selama tiga dekade. Dari octet ini klubnya mencatatkan clean sheet dengan bantuan Maldini yang merupakan one-club man.

Karier sensasional pria yang sekarang berusia 50 tahun itu melewati beberapa generasi, membuatnya mendapat sebutan figur yang paling istimewa.

Dia menang 1988-1989 4-0 melawan Steau Bucharest ketika legenda Belanda Ruud Gullit dan Marco van Basten mencetak brace, menang 4-0 1993-1994 yang tak terlupakan dari Dream Team Barcelona padahal saat itu tim mereka diganggu cedera. 2003-2004 kemenangan adu penalti melawan Juventus di mana striker asal Ukraina Andriy Shevchenko mencetak gol penalti yang menentukan.

Liverpool juga punya tempat penting bagi Maldini. Dari kekalahan menyakitkan pada final 2004-2005, kemudian mereka menang 2-1 atas The Reds di final musim 2006-2007 yang merupakan trofi ketujuh Milan di Liga Champions.

 

Penulis: Ricky Sulastomo
Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini