5 Pembelian Terburuk Dalam Sejarah Premier League

Sepakbola.com – Premier League menjadi liga global selama bertahun-tahun karena jutaan poundsterling diinvestasikan klub-klub di kompetisi ini untuk mencapai kesuksesan. Klub mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan talenta terbaik dari seluruh dunia demi mewujudkan target. Ini membuat Premier League menjadi liga terbaik dan terkompetitif di dunia.

Tetapi, mengeluarkan banyak uang tidak selalu memberikan jaminan kesuksesan. Kita sudah melihat nama-nama besar dengan harga selangit namun gagal memenuhi ekspektasi. Ada juga beberapa pemain muncul entah dari mana dan menjadi bintang dunia.

Berikut lima pemain yang gagal memenuhi harapan hingga bisa digolongkan sebagai perekrutan terburuk sepanjang sejarah Premier League.

5. Angel Di Maria

Mengejutkan pemain sekaliber Di Maria bisa gagal di Manchester United. Datang ke United dari Real Madrid dengan rekor transfer klub sekitar 58 juta poundsterling pada 2014, membuat banyak ekspektasi ada di pundaknya. Di Maria diharapkan meningkatkan ketajaman United setelah melewati salah satu musim terburuk mereka.

Dia juga diberi nomor punggung legendaris, 7 yang sebelumnya dipakai David Beckham dan Ronaldo. Tanda-tanda positif bagi Di Maria saat dia memulai musimnya dengan baik. Dia memenangkan Player of The Month September. Tapi, setelah itu bulan Oktober menjadi start penurunan performanya, November cedera dan absen hingga Januari. Dia kemudian kesulitan di sebagian besar musim dan akhirnya hanya mencetak tiga gol dari 27 pertandingan. Di Maria kemudian pergi dan bergabung dengan PSG.

4. Rademal Falcao

Salah satu striker terbaik di generasinya, dia datangkan Manchester United pada tahun 2014 dengan status pinjaman dari Monaco dengan opsi permanen. United ingin mengangkat tim mereka dari posisi 7 di tahun sebelumnya dan Falcao tampaknya akan menjadi pendorong yang besar.

Tapi, seperti Di Maria, Falcao gagal memenuhi harapan klub dan publik Old Trafford, dia hanya mencetak empat gol dari 26 pertandingan di Liga Inggris. United pun enggan menggunakan opsi mempermanenkannya.

Musim kedunya di Premier League, Falcao berkostum Chelsea ketika Jose Mourinho mengontraknya dengan status pinjaman dan opsi permanen dari Monako pada akhir musim. Sekali lagi mendapat musim yang mengecewakan karena gagal menampilkan level aslinya.

Mourinho lebih sering menjadikannya pemain cadangandi paruh pertama musim. Karena hasil yang buruk Mourinho akhirnya dipecat, digantikan Guus Hiddink tapi Falcao malah mendapat cedera otot parah dan akhirnya kembali ke Monaco.

3. Andy Carroll

Striker yang cukup tinggi, dikenal karena kemampuan di udara dan akrobatik. Liverpool tertarik dan mendatangkannya dengan harga 35 juta poundsterling untuk menggantikan Fernando Torres. Carroll dibanding-bandingkan dengan legenda seperti Alan Shearer dan Didier Drogba di awal kariernya.

Dia dikontrak Liverpool pada musim 2010-2011, tetapi harus menunggu hingga maret 2011 karena cedera di Newcastle. Dia debut untuk Liverpool melawan Manchester United dan The Reds menang 3-1.

Dua musim di Liverpool dia kesulitan untuk konsisten. Meskipun menunjukkan kepada penggemar sekilas bakatnya, Carroll tetap sulit untuk konsisten. Dia hanya mencetak enam gol dari 44 pertandingan. Itu mengecewakan melihat harganya yang sangat mahal ketika itu.

Carroll kemudian dipinjamkan ke West Ham pada 2012-2013 dan kemudian permanen di sana. Ini juga tidak berjalan dengan baik, dia hampir melewatkan semua pertandingan hingga akhirnya dilepas gratis musim panas ini.

2. Alexis Sanchez

Orang-orang mengira Alexis Sanchez akan menjadi senjata mematikan Manchester United ketika dia meninggalkan Arsenal. Namun, yang terjadi benar-benar sebaliknya.

United menang melawan Manchester City dalam perburuan Sanchez dan kemudian menjadikannya sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi di liga. Dia diharapkan menambahkan dimensi ekstra untuk serangan United, tetapi hasilnya nihil.

Musim berikutnya Sanchez masih kesulitan memberikan dampak besar. Masalah mulai muncul, kecemburuan datang karena United membayar mahal gaji pemain yang saat ini tidak bisa berbuat banyak. Itu rumor yang beredar dan ruang ganti jadi tak harmonis. Solskjaer mungkin tidak akan melepasnya musim panas ini, untuk memberinya satu kesempatan terakhir.

1. Ali Dia

Peringkat tertinggi transfer terburuk oleh The Times dan banyak media, memasukkan Ali Dia ke dalam daftar pembelian terburuk. Dibandingkan dengan pemain lain di daftar ini, dia bahkan tidak layak menjadi pesepakbola profesional. Diyakini dia menipu manajer Southampton saat itu, Graeme Sounness untuk mengontraknya.

Sounness mengatakan legenda Milan George Weah meneloponnya secara pribadi dan mengatakan Ali Dia adalah sepupunya dan sudah bermain untuk PSG serta timnas Liberia. Ternyata yang menelpon Sounness adalah seorang mahasiswa, bukan Weah.

Beberapa hari kemudian Ali Dia direkrut dan main saat lawan Leeds United. Dia menjadi pemain pengganti Le Tissier pada menit 32. Namun, performanya sangat buruk sehingga dikeluarkan pada menit 85 dan mengakhiri debut singkatnya. Tak lama setelah itu kontraknya diputus. Ali Dia terus bermain sepak bola, tapi di level amatir hingga akhirnya menyerah dan gantung sepatu.

Komentari Artikel Ini