Fab Four: Jurgen Klopp Dan Para Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool

Jurgen Klopp mengikuti jejak Rafel Benitez, Joe Fagan dan Bob Paisley.

Sepakbola.com, Madrid – Jurgen Klopp memimpin pasukan merah Merseyside memenangi trofi Liga Champions keenam di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6/2019) dini hari WIB. Liverpool menekuk Tottenham Hotspur dengan skor 2-0 berkat gol penalti Mohamed Salah dan gol Divock Origi di final untuk memastikan si Kuping Besar dibawa pulang ke Anfield.

Sukses Liverpool ini menjadi oase pelepas dahaga bagi Klopp yang gagal juara di enam final kompetisi besar sebelumnya. Sebelum Final Liga Champions 2019, Klopp harus puas hanya jadi runner-up di Liga Champions dua kali, satu Liga Europa, satu Piala Liga dan dua DFB-Pokal.

Dari enam kegagalan final sebelumnya, tiga dialami bersama Anfied Gank yakni Piala Liga Inggris 2015–16, Liga Europa 2015–16, dan Liga Champions 2018-19. Kini tinta emas kembali dipahat manajer yang memenangi dua gelar Bundesliga bersama Borussia Dortmund.

Jurgen Klopp Dan Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool
Jurgen Klopp Dan Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool.

Klopp menjadi manajer Liverpool keempat yang memberi gelar Liga Champions untuk Liverpool. Sebelumnya The Reds sudah memenangi gelar serupa pada musim 1976–77, 1977–78, 1980–81, 1983–84, 2004–05. Lima gelar tersebut dimenangi oleh tiga manajer. Siapa saja mereka?

Bob Paisley

Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool
Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool: Bob Paisley memenanangi tiga gelar European Cup untuk Liverpool.

Manajer terhebat sepanjang sejarah Liverpool jika tolok ukurnya adalah trofi. Ia memulai karier kepelatihan dengan menjadi fisioterapis Liverpool pasca gantung sepatu pada 1954. Hingga akhirnya ia menjadi asisten manajer bagi sosok legendaris yang memulai kebesaran nama Liverpool, Bill Shankly lima tahun kemudian. Medio 1959-1983 Shankly yang diasisteni Paisley terbilang sukses termasuk memenangi tiga gelar liga, dua gelar Piala FA dan satu Piala UEFA.

Shankly mengumumkan pensiun setelah menjuarai Piala FA 1974 dan Paisley ditunjuk untuk menggantikannya. Paisley meraih sukses besar. Kecuali di musim pertama menjadi manajer, ia membawa Liverpool memenangi minimal satu trofi setiap musim sepanjang sembilan tahun masa kepemimpinannya.

Bersama Paisley Liverpool mendominsai Inggris dan Eropa. Memenangi enam gelar liga, tiga Piala Liga, satu Piala UEFA, satu Piala Super UEFA, dan paling fenomenal adalah tiga gelar European Cup yang sekarang menjadi Liga Champions. Musim 1976-77 Liverpool mengalahkan Borussia Moenchengladbach dengan skor 3-1 di partai puncak, musim 1978-79 giliran Club Brugge ditekuk 1-0 di final. Kemudian terakhir Real Madrid dikalahkan 1-0 di final musim 1981-1982.

Joe Fagan

Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool
Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool: Joe Fagan memenangi gelar European Cup pada musim pertamanya menangani Liverpool.

Sama seperti Bob Paisley, Joe Fagan adalah ‘murid’ Bill Shankly. Ia sempat mendampingi sebagai tim pelatih pada era Shankly. Ia kemudian menjadi asisten manajer saat kepemimpinan berpindah dari Shankly ke Paisley. Kursi manajer kemudian beralih kepada Fagan pada 1 Juli 1983 setelah Paisley pensiun.

Ia memenangi tiga gelar di musim pertamanya menangani Liverpool. Selain juara liga dan Piala Liga Inggris, Fagan juga mengantar Liverpool menjuarai European Cup (Liga Champions) 1983-1984. Ia menjadi manajer pertama The Reds yang bisa memenangi tiga trofi besar dalam semusim.

Sayang musim kedua tak berjalan terlalu sempurna. Liverpool mengakhiri musim tanpa trofi. Fagan mengumumkan pensiun meski The Reds menjadi runner-up Liga Inggris dan Liga Champions. Tongkat estafet manajerial kemudian dipegang legenda klub, Kenny Daglish.

Rafael Benitez

Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool
Manajer Pemenang Liga Champions Di Liverpool: Rafael benitez memenangi final dramatis di Istanbul 2005.

Benitez memimpin skuat Liverpool untuk memenangi Final Liga Champions 2005 di Istanbul. Kemenangan yang dikenang sebagai comeback paling dramatis sepanjang sejarah final kompetisi antar-klub Eropa.

Tertinggal tiga gol di babak pertama lawan AC Milan, Liverpool membalas tuntas di babak kedua. Dibuka dengan gol sundulan Steven Gerrard, dilanjutkan gol Vladimir Smicer dan diakhiri melalui rebound penalti Xabi Alonso. Kiper Jerzy Dudek, bek Jamie Carragher dan pemain Liverpool lain bermain begitu solid di masa extra -time sebelum memenangi laga lewat adu penalti.

Benitez menjadi favorit Kopites karena mampu memberi perlawanan pada Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson di lapangan maupun di konferensi pers. Sayang “kutukan runner-up” kemudian memicu akhir kariernya di Anfield. Permainan menyerang dan atraktif Liverpool di musim 2008-2009 hanya berakhir dengan status runner-up Liga Inggris.

Bersama kepergian Xabi Alonso ke Real Madrid musim berikutnya, Liverpool asuhan Benitez terus menurun hingga Benítez bersepakat untuk mengakhiri kontraknya pada 3 Juni 2010.

Komentari Artikel Ini