Sejarah Sponsor Titel Di Liga Indonesia

Sepakbola.com, Jakarta – Liga Indonesia musim 2019 dipastikan berganti titel setelah menjalin kerja sama dengan perusahaan e-commerce Shopee. Nama resmi kompetisi pun berganti menjadi Shopee Liga 1 2019.

Dengan demikian Shopee menggantikan sponsor sebelumnya yaitu Gojek, yang sudah dua musim menjadi sponsor utama Liga 1. Meskipun di tahun 2017. Gojek menggandeng Traveloka sebagai sponsor.

Akan tetapi tiga produk ini bukan sponsor pertama yang menjadi titel kompetisi di Liga Indonesia. Jauh sebelumnya nama-nama produk pernah menghiasi kompetisi di Indonesia.

Titel sponsor dimulai pada 1994 saat penggabungan Galatama dan Perserikatan. Karena terlalu gemuk peserta sampai 34 tim dan butuh dana banyak maka PSSI bergerak mencari sponsor untuk menopang roda kompetisi. Dunhill, sebuah pabrikan rokok asal Inggris adalah perusahaan pertama yang menceburkan diri sebagai sponsor titel perdana Divisi Utama.

Kompetisi pun berubah menjadi Liga Dunhill. Dunhill menjadi sponsor hingga 1995, Lalu Divisi Utama 1996/1997, perusahaan rokok lain, Kansas datang menawarkan diri sebagai sponsor titel. Kesepakatan akhirnya diteken pada 1996.

Namun kebersamaa Kansas berhenti karena ada gejolak politik 1998 di mana kompetisi tidak terselesaikan karena krisis keuangan. Hal itu berimbas di tahun berikutnya menggulirkan Divisi Utama tanpa sponsor titel, dengan kompetisi Liga Indonesia.

Sponsor pun mulai kembali ke Indonesia pada Divisi Utama 1999/2000. Bukan lagi produsen rokok, untuk kali pertamanya kompetisi disokong oleh sebuah bank. Adalah Bank Mandiri yang saat itu merupakan bank terbesar di Indonesia. Selama lima musim Bank Mandiri menjadi sponsor utama Liga Indonesia.

Namun untuk titel sponsor paling lama ada di Djarum. Djarum tak pernah berhenti menjadi sponsor titel selama enam musim beruntun (sampai 2011/2012). Sayangnya era Djarum harus berhenti karena aturan pemerintah. Dalam aturan itu disebutkan sponsor rokok tidak boleh memasang dan menampilkan nama produk pada event yang disponsori. Djarum pun menarik diri.

Setelah itu carut marut terjadi di sepakbola Indonesia. Mengingat adanya dua kompetisi hadir. Namun 2015 sejatinya ada QNB League, tapi karena dualisme dan di-banned FIFA, kompetisi pun tidak selesai.

Berikut daftar titel sponsor Liga Indonesia yang berhasil dirangkum Sepakbola.com:

1. DUNHILL
Musim 1994-1996

2. KANSAS
Musim 1996/1997

3. BANK MANDIRI
Musim 1999-2004

4. DJARUM
Musim 2005-2011

5. QNB
Musim 2015 (Liga Dihentikan)

6. GOJEK-TRAVELOKA
Musim 2017

7. GOJEK
Musim 2018

8. Shopee
Musim 2019

Komentari Artikel Ini