Statistik LaLiga Musim 2018-19: Bukti Dominasi Messi Dan Barcelona

Sepakbola.com – LaLiga musim 2018-19 telah berakhir dengan Barcelona kembali menjadi kampiun. Selain juara, bintang mereka Lionel Messi juga mengecap salah satu musim terbaik dalam kariernya.

La Pula menyelesaikan Liga Spanyol musim ini sebagai pencetak gol terbanyak. La Pulga juga menjadi penyumbang assist terbanyak bersama Pablo Sarabia dari Sevilla.

Meski gagal mewujudkan target mengangkat trofi Liga Champions, nama Messi digadang-gadang tetap pantas masuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or tahun ini. Pasalnya mega bintang asal Argentina ini berhasil menyandang predikat top skorer LaLiga untuk ketiga kalinya secara beruntun. 36 gol sekaligus membuatnya dapat penghargaan Sepatu Emas Eropa, mengalahkan Kylian Mbappe.

Dominasi pasukan Ernesto Valverde musim ini sangat terasa, karena mereka selalu berada di puncak klasemen. Mereka juga dua kali menaklukkan musuh bebuyutannya, yaitu Real Madrid. Di akhir musim, Blaugrana finis dengan keunggulan 11 poin dari rival terdekatnya, Atletico Madrid.

Inilah kumpulan fakta dan statistik LaLiga musim 2018-19 yang kami rangkum dalam poin-poin berikut:

    • Barça bermain dengan konsisten dan mendominasi klasemen LaLiga dari awal hingga akhir musim.

 

    • Blaugrana sukses memuncaki klasemen di pekan ketiga tanpa pernah tergelincir sekalipun ke posisi bawah. Di musim ini, tim asal Catalunya ini juga menaklukkan Real Madrid dalam dua laga El Clásico yang mengesankan.

 

    • Lionel Messi berhasil mendapatkan gelar Pichichi keenamnya sebagai top skorer liga dengan 36 gol dari 34 pertandingan.

 

    • Atlético de Madrid yang mengakhiri musim di peringkat dua lagi-lagi memiliki pertahanan terbaik di LaLiga.

 

    • Musim yang mengecewakan bagi Real Madrid yang menelan 12 kekalahan di bawah tiga pelatih berbeda.

 

    • Musim yang penuh kejutan bagi R. Valladolid, RC Celta, Sevilla FC, D. Alavés, RCD Espanyol, Getafe FC, Valencia CF dan Real Betis yang semuanya pernah mengecap posisi empat besar.

 

    • Valencia menggusur Getafe di peringkat empat di hari terakhir untuk meraih tiket terakhir ke Liga Champions.

 

    • Espanyol menemani Getafe dan Sevilla untuk berlaga di Liga Eropa.
      Iago Aspas dan Santi Cazorla menginspirasi tim mereka untuk bangkit dan lepas dari zona degradasi.

 

    • LaLiga terbukti masih terlalu tangguh bagi tim yang baru saja promosi, seperti Huesca dan Rayo Vallecano. Girona juga terdegradasi setelah menderita delapan kekalahan dari sembilan pertandingan terakhirnya.

 

  • Kemenangan 3-0 Eibar atas Real Madrid pada November lalu dan kemenangan 2-1 Leganés atas Barcelona pada September lalu menjadi contoh momen tak terlupakan di musim ini.

 

(Sumber: LaLiga Santander)

Komentari Artikel Ini