Ed Woodward Penyebab Krisis Manchester United?

Ed Woodward merupakan sosok yang paling berjasa dalam upaya keluarga Glazer mengakuisi Manchester United.

Sepakbola.com – Ed Woodward diangkat menjadi kepala eksekutif Manchester United pada 2013, menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang David Gill. Namun sejak saat itu, Setan Merah seakan kehilangan identitas, baik urusan prestasi maupun perekrutan pemain.

Manchester United tak kunjung berprestasi sejak Ed Woodward menduduki jabatan kepala eksekutif. Bagi sebagian kalangan, terutama fans United, Ed dianggap sebagai biang keladi atas performa labil Setan Merah dalam kurun waktu enam tahun terakhir.

Lantas, siapa sih sebenarnya Ed Woodward ini? Bagaimana kaitannya dengan prestasi jeblok yang diraih United belakangan ini dan mengapa pemain yang didatangkan kerap tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Latar Belakang

Sedikit menilik ke belakang, Ed sebenarnya memiliki latar belakang sebagai penasihat pajak di sebuah departemen akuntansi di Inggris, Pricewaterhouse Coopers. Dia kemudian melanjutkan kariernya sebagai bankir di J.P. Morgan & Co pada 1999.

Keterlibatan awal Woodward di jajaran direksi Setan Merah dimulai ketika dirinya sukses meyakinkan keluarga Glazer untuk mengakuisisi United pada 2005. Keberhasilan itu membuat Ed ditunjuk sebagai perencana keuangan.

Dua tahun berselang, Ed mendapat tanggung jawab untuk mengurus hal yang berkaitan dengan media dan komersial United. Pada 2012, Ed membuat MU memiliki pendapatan hingga 117,6 juta pound. Berkat pencapaian itu, Ed dipromosikan sebagai wakil dari ketua eksekutif klub saat itu, David Gill.

Ed juga bisa membuktikan, keringnya gelar tidak akan berakibat pada kurangnya sponsor. Berdasarkan data Forbes dikutip dari Daily Mail pada Agustus tahun lalu, United memiliki nilai komersial 4,1 miliar dollar AS atau setara Rp59 triliun.

Maka dengan latar belakang yang dimiliki ini, tidak heran jika Ed lebih mengedepankan aspek bisnis dalam hal perekrutan pemain. Berdasarkan data yang dirilis The Sun baru-baru ini, Manchester United era Ed Woodward telah menghabiskan dana hampir 750 juta pound untuk mendatangkan 23 pemain ke Old Trafford.

Kuburan Pemain Berkelas

Namun bak sisi mata uang, kebijakan Woodward ternyata menghasilkan persoalan lain. United terkesan melakukan perekrutan pemain secara asal-asalan. Target setiap musim juga menjadi tidak jelas, apakah bersaing meraih juara atau hanya mengejar posisi empat besar untuk tampil di Liga Champions.

Bisa dibayangkan, bagaimana pemain sekelas Angel Di Maria, Henrikh Mkhitaryan hingga Memphis Depay tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Lalu Anthony Martial, pemain muda terbaik dunia 2015, juga kesulitan mengembangkan potensinya. Terbaru yang menjadi sorotan tentu saja Alexis Sanchez, Romelu Lukaku dan pemain termahal sepanjang masa United, Paul Pogba.

United memang bisa mengumpulkan bakat-bakat hebat. Namun perekrutan ini justru semakin menunjukkan Ed Woodward senang mengeluarkan dana besar tanpa memikirkan apakah mereka berguna untuk tim secara keseluruhan.

Woodward merupakan sosok yang cerdas dan pekerja keras. Namun jangan lupa dia adalah seorang bankir yang menilai segala sesuatu dengan uang. Ed juga berpikir bahwa pendapatan bukan hanya bisa didapat dari menjuarai sebuah kompetisi.

(Sumber: The Sun/The Times)

Komentari Artikel Ini