Asal Usul Tiang Sudut Lapangan

Sepakbola.com – Secara kasat mata, tiang bendera kecil di empat sudut lapangan terlihat hanya seperti penghias saja. Namun tahukah Anda? Tiang bendera ini bukan sekadar pelengkap, melainkan sudah diatur dalam law of the game FIFA.

Sebuah pertandingan tak akan dimulai andai empat buah tiang di sudut lapangan tidak ada atau tidak lengkap. Inilah yang terjadi ketika Manchester United menghadapi Huddersfield Town pada pekan 37 Premier League 2018-19.

Tiang sudut gawang terlihat hancur setelah dihajar Isaac Mbenza, pencetak gol Huddersfield yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Wasit Lee Mason enggan memulai pertandingan sebelum panitia pertandingan menggantinya dengan yang baru. Setelah 11 menit, pertandingan kembali berjalan pada menit 71 setelah staf tuan rumah mengganti tiang sudut yang baru. Tak ada yang salah dengan yang dilakukan Lee Mason, karena memang tertulis dalam law of the game FIFA dan FA.

Merujuk pada Law 17 dalam dokumen Law of the Game FIFA – poin kedua dari prosedur tendangan sudut, disebutkan bahwa tiang bendera tidak boleh dilepaskan. Dokumen tersebut juga mengatur posisi, tinggi dan bahan tiang.

Pada Law 9 – tiang bendera memiliki fungsi untuk menentukan keputusan wasit apakah bola itu keluar lapangan untuk lemparan ke dalam atau tendangan gawang. Gampangnya, dengan hanya melihat tiang, sang pengadil bisa mengetahui bola melewati garis belakang atau garis samping ketika posisi si wasit terlalu jauh dari pojok lapangan. Permainan juga tetap berlanjut andai bola memantul ke dalam setelah menerpa tiang.

Sejarah awal

Menurut Football-Stadium.co.uk, kemunculan empat tiang bendera ini sebenarnya sudah ada sebelum perkenalan tendangan sudut melalui Sheffield Rules. Sebelumnya ada sistem yang dikenal dengan nama ‘Rouges’, yang mana keempat tiang berfungsi untuk memberikan poin kepada tim lawan. Poin itu diberikan andai bola melewati sisi antara tiang gawang dan tiang sudut lapangan.

Sheffield Rules diberlakukan sekaligus menggantikan sistem Rouge pada tahun 1868. Dalam sistem baru tersebut, mulai diperkenalkan tendangan sudut dan tendangan gawang. Federasi Sepakbola Inggris (FA) menjadi yang pertama dalam mengadopsi peraturan tersebut dan menerapkannya pada musim perdana Piala FA 1871-72.

(Sumber: FIFA/Football-Stadium)

Komentari Artikel Ini