[VIDEO] Parade Gol Spektakuler Yang Dianulir Wasit

Jauh sebelum keberadaan teknologi garis gawang dalam bentuk Video Assistant Referee (VAR), kontroversi seputar gol kerap menjadi 'bumbu penyedap' pertandingan.

Sepakbola.com – Salah satu momen tak terlupakan bagi seorang pesepakbola adalah bisa menciptakan gol spektakuler. Namun tak selamanya gol yang susah payah diciptakan itu disahkan oleh sang pengadil.

Jauh sebelum keberadaan teknologi garis gawang dalam bentuk Video Assistant Referee (VAR), kontroversi seputar gol kerap menjadi ‘bumbu penyedap’ pertandingan. Banyak gol indah tercipta yang akhirnya berujung kekecewaan karena dianulir wasit.

Beragam argumen dimiliki korps baju hitam, di antaranya: offside, terhalang pemain, terjadi pelanggaran, sampai tak melihat bola melewati garis gawang. Berikut adalah parade gol spektakuler tak terlupakan yang dianulir wasit.

Cheick Tiote

Newcastle United vs Manchester City (2014)

Newcastle sedang dalam situasi tertinggal dan Cheick Tiote menciptakan gol jarak jauh dari luar kotak penalti. Namun wasit Mike Jones menyatakan pemain the Magpies lain, Yoan Gouffran, berdiri pada posisi offside.

Peter Schmeichel

Wimbledon vs Manchester United (1997)

Momen ini terjadi pada laga replay putaran keempat Piala FA. Manchester United tertinggal 1-0 sejak Marcus Gayle menciptakan gol pada menit 63.

Memasuki menit-menit akhir, United memiliki kesempatan menyamakan kedudukan melalui sepak pojok. Schmeichel jauh meninggalkan sarangnya untuk kemudian menciptakan gol dengan cara yang indah.

Schmeichel mengaku sangat kecewa gol tersebut harus dianulir wasit. Namun demikian, ayah dari Kasper Schmeichel itu mengakui dirinya terjebak offside.

Pedro Mendes

Manchester United vs Tottenham Hotspur (2005)

Tottenham seharusnya mendapatkan tiga poin dari Old Trafford andai saja gol fantastis Pedro Mendes pada menit 89 tak dianulir wasit. Mendes melihat kiper United, Roy Carrol, menjauh dari sarangnya. Carrol gagal menangkap dengan sempurna dan bola sebenarnya sudah melewati garis gawang.

Cristiano Ronaldo

Portugal vs Azerbaijan (2006)

Ronaldo menciptakan gol akrobatik saat Portugal sedang unggul 1-0 atas Azerbaijan pada menit 26. Bola memantul setelah sempat menerpa mistar gawang. Wasit tak mengesahkan gol tersebut karena tak melihat bola telah melewati garis gawang.

Edinson Cavani

Barcelona vs Napoli (2011)

Edinson Cavani menciptakan gol salto indah saat menghadapi Barcelona di laga pramusim bertajuk Joan Gamper Trophy. Sayangnya, upaya Cavani tak masuk hitungan wasit karena menganggap Marek Hamsik masuk dalam posisi offside.

Kevin Keegan

Southampton vs Manchester United (1981)

Torehan Keegan ini bisa saja menjadi gol terindah sepanjang sejarah Liga Inggris. Dalam situasi tak terkawal, Keegan berhasil meneruskan umpan rekannya dengan sepakan gunting. Namun hakim garis mengangkat bendera offside dan menunjuk David Amstrong dalam posisi tersebut.

Frank Lampard

Inggris vs Jerman (2010)

Inilah momen pemicu yang akhirnya ‘memaksa’ sepakbola dunia harus mengembangkan dan menggunakan teknologi garis gawang dalam wujud Video Assistant Referee.

Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. Jutaan pasang mata dari seluruh dunia menyaksikan. Frank Lampard menciptakan gol menakjubkan dari luar kotak penalti saat Inggris menghadapi Jerman di babak 16 besar.

Bola sempat menerpa mistar gawang hingga memantul keluar gawang, dan wasit menganggap bola tak masuk ke gawang. Itu harusnya menjadi gol penyeimbang bagi skuat Three Lions setelah sebelumnya Jerman unggul 2-1. Inggris akhirnya harus tersingkir karena tumbang 4-1 di laga tersebut.

Komentari Artikel Ini