[VIDEO] Sejarah Lagu “You’ll Never Walk Alone”

Sepakbola.com – Lagu-lagu yang dinyanyikan oleh para penggemar di stadion sepak bola, seringkali tampak sepele karena berulang dan tidak memiiki konsep yang jelas. Tapi itu tidak berlaku dengan lagu You’ll Never Walk Alone, sebuah nyanyian yang memiliki tautan nyata ke sejarah sepak bola.

“When you walk through a storm
Hold your head up high
And don’t be afraid of the dark
At the end of a storm
There’s a golden sky
And the sweet silver song of a lark”.

Lirik lagu You’ll Never Walk Alone lahir tahun 1945 dan ditujukan untuk menghibur keluarga yang menderita selama Perang Dunia Kedua. Lagu ini berakhir dengan lirik “walk on with hope in your heart and you’ll never walk alone” yang berarti “teruslah berjalan dengan harapan di hatimu dan kamu tidak akan pernah berjalan sendirian”.

Awalnya, lagu ini dibuat (oleh Richard Rodgers dan Oscar Hammerstein II) untuk sebuah drama musikal Amerika, yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film pada tahun 1956. Lagu itu muncul ketika tokoh utama musikal itu, Julie Jordan, mengetahui tentang bunuh diri suaminya.

Frank Sinatra adalah musisi pertama yang merekam lagu ini pada tahun 1945. Setelah itu ada 15 musisi lain yang merekam ulang lagu ini, termasuk Nina Simone dan Ray Charles.

Tahun 1963 adalah titik balik lagu ini, Gerry and the Peacemakers, sebuah band muda Inggris dari Liverpool, merekamnya dan membuatnya sangat populer hingga masuk ke stadion sepak bola. Pada era 1960-an ada tradisi pemutaran 10 tangga lagu terbaik sebelum pertandingan. Tak pelak, Lagu You’ll Never Never Walk Alone dimainkan di Anfield selama satu musim penuh. Bahkan ketika YNWA versi Gerry dan Peacemakers keluar dari tangga lagu, lagu itu terus dimainkan di Anfield karena tuntutan suporter ketika itu.

Lahirnya sebuah anthem

Sejak itu, para pendukung The Reds telah menemukan nyanyian mereka. Selain lirik yang mudah diingat dan membangkitkan semangat para pemain, melodinya juga sangat kuat. You’ll Never Walk Alone pun telah mewarnai perjalanan Liverpool di saat-saat terbaik dan terburuknya.

Pada 15 April 1989 Liverpool menghadapi Nottingham Forest di Sheffield. Stadion Hillsborough yang dibangun untuk Piala Dunia 1966, tidak memiliki tempat duduk lagi di sisi Barat untuk suporter. Penumpukan penonton pun terjadi, hingga menyebabkan tewasnya 96 orang. Pada tahun 2016, polisi yang hadir dalam pertandingan itu dinyatakan bersalah atas insiden mematikan ini.

Padahal pada saat itu pers dan publik menyalahkan suporter Liverpool. You’ll Never Walk Alone telah menjadi simbol perjuangan untuk memperingati korban yang salah dituduh sebagai korban tragedi Hillsborough.

Lintas batas, lintas generasi

Meskipun versi Gerry and Peacemakers menjadi pilihan fans Liverpool hingga saat ini, klub lain juga ada yang mengadopsinya. Sejak era 1990-an, lagu YNWA juga menjadi pilihan suporter Borussia Dortmund. Kemudian pada 1996, band asal kota Dortmund bernama Pur Harmony, membuat versi baru dengan lebih berirama dari versi Gerry dan Peacemakers.

Kini bukan hanya Liverpool dan Dortmund yang menggunakan YNWA sebagai anthem klulb. Ada juga Celtic (Glasgow), FC Tokyo dan Feyenoord (Rotterdam). Ini sebuah bukti bahwa lagu You’ll Never Walk Alone tak lekang oleh waktu dan menjadi salah satu lagu lintas generasi selama lebih dari 70 tahun.

Lagu ini tidak hanya duputar di stadion sepak bola. Pada 2001 Barbara Streisand menyanyikan You’ll Never Walk Alone di upacara Penghargaan Emmy untuk memperingati 2.977 orang yang terbunuh oleh serangan teroris 11 September. Pada tahun 2009 Renée Fleming menyanyikannya di pelantikan presiden Barack Obama.

(Sumber: Francemusique)

Komentari Artikel Ini