Deretan Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia Sejak Era 90an

Karakteristik penyerang-penyerang Argentina nampaknya cocok dengan kultur dan sepakbola Italia.

Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia: Gabriel Batistuta dalam kostum Fiorentina.

Sepakbola.com – Penyerang Argentina sepertinya ditakdirkan untuk sukses di Serie A. Meski ada juga penyerang yang berjaya di kompetisi lain, sebut saja Sergio Aguero bersama Atletico Madrid dan Manchester City namun Liga Italia seperti menjadi rumah bagi bomber-bomber tajam Albiceleste.

Di masa lalu, Italia punya Antonio Angelillo, Pedro Manfredinii, Pedro Pasculli, hingga Ramon Diaz. Bahkan tanpa perlu memasukkan nama Diego Maradona yang posisinya memang bukan ujung tombak murni tak akan mengurangi menterengnya deretan striker-striker haus gol Argentina.

Di era 2010-an, nama-nama penyerang Argentina masih bertebaran dan menjadi aktor utama di klub-klub Serie A. Lima musim lalu mereka bahkan menguasai daftar top skorer Serie A musim 2014-2015. Carlos Tevez (Juventus), Gonzalo Higuain (Napoli), Mauro Icardi (Inter Milan) dan Paulo Dybala (Palermo) menjadi empat dari lima striker tersubur di Italia musim itu.

Icardi dan Dybala masih bermain di Serie A meski saat ini rumor menghubungkan mereka dengan langkah keluar di bursa transfer. Higuain juga akan kembali dari masa peminjamannya di Chelsea. Sementara itu nama-nama penyerang muda Argentina juga mulai mencuat sebut saja Lautaro Martinez di Inter Milan dan Giovanni Simeone yang saat ini berkostum Fiorentina.

Sukses ujung tombak Argentina juga memberi warna bagi era keemasan Serie A medio 1990an dan 2000an. Ketika Liga Italia masih dipandang sebagai kompetisi terbaik sejagat, striker-striker Albiceleste menjadi salah satu penampil utama dengan deretan gol-gol yang mereka cetak. Siapa saja striker terbaik Argentina di era tersebut? Berikut lima di antaranya.

5. Julio Cruz

Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia
Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia: Julio Ricardo Cruz

Dengan tinggi 190 cm dan berat 84 kg, Julio Cruz punya postur ideal untuk menjadi seorang penyerang tengah. Meski skill olah bolanya dianggap tak terlalu menonjol tetapi kemampuan duel udaranya bisa menutui kelemahan skill. Karakter Cruz tersebut membuatnya berbeda dengan kebanyakan striker Argentina lain.

Ia punya julukan “El Jardinero” alias “Tukang Kebun” merujuk pada pengalamannya di masa kecil. Ia tampil bagus bersama Banfield dan River Plate di Argentina sebelum pindah ke Eropa. Bologna kemudian memutuskan merekrutnya dari Feyenoord pada 2000.

Setelah menyumbang 27 gol dalam 88 laga Serie A untuk Felsinei, ia pindah ke Inter pada 2003. Bersama Nerazzurri Cruz mencetak 49 gol dalam 129 penampilan. Ia kemudian pensiun pada 2010 setelah menjalani musim yang kurang sukses bersama Lazio.

Musim terbaik Cruz datang pada 2005-2006 saat ia 15 kali membobol gawang lawan dalam 31 penampilan. Cruz memenangi cukup banyak piala bersama Inter, termasuk empat gelar Serie A, dua Coppa Italia dan tiga Supercoppa Italiana. Ia juga memenangi Supercoppa Italiana bersama Lazio pada 2009.

4. Diego Milito

Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia
Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia: Diego Milito

Namanya nyaris tak terdengar di usia muda namun ia diperhitungkan sebagai salah satu striker terbaik Serie A justru ketika usianya mendekati kepala tiga.

Pemain yang kemudian dijuluki “El Principe” alias Sang Pangeran direkrut Genoa dari Racing Club pada 2004 dan mencetak 33 gol dalam 59 pertandingan Serie B. Sempat mencicipi semusim penampilan Serie A setelah menjadi juara Serie B, Grifone terbuang ke Serie C1 karena kasus pengaturan skor.

Ia kemudian mencicipi pengalaman tiga musim Liga Spanyol bersama Real Zaragoza, sebelum kembali ke Genoa pada musim 2008-2009. Comeback-nya ditandai dengan 24 gol dari 31 penampilan Serie A.

Ketajamannya bersama Genoa membuat Inter Milan merekrutnya pada 2009. Ia bertahan selama lima musim di Nerazzurri dan memainkan peran penting dalam gelar treble di bawah besutan Jose Mourinho.

Total Milito mencetak 86 gol dalam 159 laga Serie A antara 2008 hingga 2014. Selain musim 2008-2009, ia juga mencetak 24 gol saat tampil dalam 33 penampilan untuk Inter musim 2011-2012.

3. Abel Balbo

Setelah menjalani karier bersama Newell Old Boys dan River Plate di Argentina, Abel Balbo pindah ke Italia pada musim 1989-1990 dan bertahan di sana hingga 2002.

Sayangnya lesakan 11 gol sumbangannya gagal menyelamatkan Udinese dari jurang degradasi di musim pertamanya mencicipi kompetisi negeri Pizza. Namun ia bisa membawa Udinese kembali ke kompetisi kasta tertinggi setelah dua musim bermain di Serie B.

Comeback Balbo di Serie A ditandai dengan catatan 21 gol musim 1992-1993 yang kemudian menjadi semacam tiket kepindahannya ke Roma. Ia kemudian mencetak total 78 gol dalam 146 penampilan selama lima musim berkostum Giallorossi sebelum melanjutkan karier yang hambar bersama Parma, Fiorentina dan kembali lagi ke Roma medio 2000-2002.

Penampilan terbaik Balbo datang pada musim 1994-1995. Ketika itu ia mencatat 22 gol dalam 32 penampilan untuk I Lupi. Total ia telah mencatat 117 gol dalam 253 penampilan Serie A bersama Udinese, Roma, Parma dan Fiorentina.

Meski tampil sangat tajam di Liga Italia, Balbo tak terlalu mencuat bersama Timnas Argentina. Total ia mencatat 11 gol dalam 37 penampilan untuk Albiceleste.

2. Hernan Crespo

Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia
Striker Terbaik Argentina Di Liga Italia: Hernan Crespo

Hernan Crespo bergelimang sukses dalam 14 musim kariernya di Italia antara 1996 hingga 2012. Ia pertama kali datang ke Parma dari River Plate pada 1996. Sebelum pindah ke Serie A, ia menjadi pahlawan kemenangan River Plate di Copa Libertadores.

Menghabiskan empat musim bersama Crociati, ia kemudian pindah ke Lazio pada 2000 dengan rekor transfer mencapai 35 juta poundsterling. Ia juga menjalani dua tahun karier bersama Inter, dua musim bersama Chelsea di Inggris, satu musim bersama AC Milan, setengah musim bersama Genoa dan sempat kembali ke Parma.

Selama berkompetisi di Italia, Crespo memenangi tiga gelar Serie A, satu trofi Coppa Italia, dan lima trofi Supercoppa Italiana ditambah satu gelar Piala UEFA. Ia menjadi top skorer Serie A musim 2000-01 dengan koleksi 26 gol bersama Lazio. Total ia telah menggawangkan 153 gol dalam 340 pertandingan Serie A.

Di level international level Crespo mencetak 35 gol dalam 64 penampilan bersama Argentina medio 1995-2007. Bersama Timnas ia mencicipi tiga turnamen akbar sepakbola, Piala Dunia.

1. Gabriel Batistuta

Tak terbantahkan, Gabriel Batistuta adalah penyerang tengah terbaik yang pernah dimiliki Argentina. Ia mencatat 56 gol dalam 78 penampilannya membela negara.

Fiorentina membeli Batistuta pada 1991 dari Boca Juniors setelah menjadi bintang Argentina saat menjuarai Copa America di Chile. Ia berkostum Gigliati hingga 2000.

Batistuta tetap bertahan ketika Fiorentina harus bermain di Serie B pada 1993-1994 dan membantu Gigliati kembali ke kasta tertinggi. Selama bermain di Florence, Batistuta menjadi pencetak gol terbanyak Serie A pada musim 1994-1995 dengan catatan 26 gol. Ia juga sempat mencicipi gelar Coppa Italia pada 1996.

Batistuta akhinya merasakan kebanggaan scudetto ketika bergabung ke AS Roma pada musim 2000-2001. Dalam perjalanan musim tersebut, ia menyumbang 20 gol dalam 28 pertandingan.

Ia mengakhiri kariernya di Serie A pada 2003 seteah menjalani semusim yang kurang sukses bersama Inter Milan. Sepanjang kariernya di Serie A, Batistuta menyarangkan 184 gol dari 318 pertandingan. Ia berada di peringkat 11 top skorer sepanjang masa Serie A dan menjadi striker Argentina tertajam di Italia.

Komentari Artikel Ini