Hakim Spanyol Ajukan Neymar Ke Pengadilan Terkait Kasus Korupsi, Ini Tanggapan Resmi Barcelona

Seorang hakim Spanyol kembali membuka kasus terkait masalah transfer Neymar dari Santos ke Barcelona yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

Neymar (foto: Marca)

Sepakbola.com, Barcelona – Neymar dan ayahnya dikabarkan bakal menghadapi pengadilan korupsi setelah seorang hakim Spanyol kembali membuka kasus terkait masalah transfer dirinya dari Santos ke Barcelona yang terjadi pada tahun 2013 lalu.

Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu dan pendahulunya Sandro Rosell juga akan dikabarkan tersangkut dalam sidang ini setelah DIS, sebuah kelompok investasi asal Brasil yang memiliki 40 persen hak olah raga Neymar, menyatakan kalau mereka hanya menerima uang kurang dari hak yang seharusnya mereka dapatkan karena ada bagian dari kesepakatan yang tersembunyi.

Hakim Jose De La Mata meminta untuk adanya sebuah sidang di Pengadilan Nasional Spanyol, dan jaksa saat ini hanya memiliki sepuluh hari untuk meresmikan permintaan tersebut.

“Dewan Direksi telah memutuskan untuk mengajukan banding terhadap putusan sela yang dibuat oleh hakim José de la Mata di Madrid,” bunyi pernyataan klub Barcelona.

“Dia telah mengusulkan bahwa Pengadilan Nasional membuka dakwaan terhadap pemain kami, Neymar Jr, orang tuanya, mantan presiden Sandro Rosell, presiden Jose Maria Bartomeu, dan klub sebagai badan hukum. Ini berada dalam konteks gugatan sela oleh dana investasi DIS karena penandatanganan pemain asal Brasil tersebut,” lanjut pernyataan itu.

“Dewan menyatakan terkejut dan sangat tidak setuju dengan perkembangan ini dan mempertimbangkan keputusan hakim yang sama untuk membatalkan kasus ini pada Juli lalu dan tidak ada tindakan terhadap presiden Bartomeu. Jika proses pengadilan dimulai, FC Barcelona akan mempertahankan sikap mereka dengan merasa tidak bersalah bagi mereka yang sedang diselidiki,” pungkasnya pernyataaan tersebut.

Neymar telah muncul di pengadilan pada bulan Februari lalu dan hakim De La Mata memutuskan bahwa pertaturan FIFA tidak dilaksanakan dengan baik tetapi itu adalah masalah bagi pengadilan sipil, bukan pengadilan pidana. (Sumber: Football Espana)

Penulis: Vincent Asido/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini