Presiden La Liga Balas Tudingan Rasis Dari Petinggi Manchester City

Presiden La Liga Javier Tebas menuding ada pembiaran dari otoritas sepakbola Eropa, UEFA, terhadap "doping keuangan" yang dilakukan Manchester City dan PSG.

Sepakbola.com, Madrid – Presiden La Liga Javier Tebas menyalakan kembali perseteruannya dengan chairman Manchester City Khaldoon Al-Mubarak. Tebas menampik sindiran Khaldoon Al-Mubarak yang menudingnya rasis.

Al-Mubarak menyebut Tebas rasis saat diwawancara situs resmi Manchester City, Senin (27/5/2019). Dia menuduh saingannya tersebut cemburu usai Tebas mengatakan City membuat kerusakan besar di sepakbola Eropa dengan uang minyak mereka.

City sangat marah dengan tuduhan tersebut dan Al-Mubarak menyimpulkan ada motivasi rasis pada klub-klub yang dimiliki orang-orang dari Teluk. Dia mengatakan ada sesuatu yang sangat salah soal membawa masalah etnis dalam pembicaraan seperti ini.

Saat seminar Kamis (30/5/2019) di Madrid jelang final Liga Champions, Tebas ambil bagian pada sesi tanya-jawab selama satu jam. Ia menyebut City dan PSG terlibat dalam “doping keuangan” agar menjadi pemimpin di liga masing-masing.

Ketika dia diminta untuk menanggapi komentar Al-Mubarak, Tebas tak mau mengalah dan membantah tindakannya tersebut tergolong rasis.

“Saya membaca wawancara itu,” kata Tebas. “Ada banyak pembiaran tentang hal tertentu, pertama tentang bagaimana kontrol keuangan bekerja di sepakbola Eropa dan pembiaran ‘doping keuangan’. Saya sama sekali tidak rasis. Saya tidak punya masalah tentang etnis,” dikutip dari dailymail (30/5/2019).

“Bagaimana saya bisa rasis jika kedua cucu saya orang Arab? Saya akan rasis kepada cucu saya sendiri! Itu menunjukkan ketidaktahuan dan betapa mudahnya mengatakan sesuatu tanpa mengetahui detail dan latar belakang orang. Anda bicara etnis, itu tidak benar.”

Serukan penghentian “doping keuangan”

Tebas bukanlah orang yang menghindari mengeluarkan pernyataan besar, dia ingin UEFA merekonstruksi Liga Champions di 2024. Dia mengklaim ada langkah yang mengkhawatirkan di Eropa dan menuduh UEFA membunuh sepakbola.

“Saya rasa fenomena klub [yang dibiayai] negara menyerang dan mengendalikan institusi itu sendiri,” kata Tebas.

“UEFA harus mencoba menghentikan doping finansial ini. Klub-klub besar ingin mengubah kompetisi sehingga mereka mendapatkan lebih banyak uang agar mampu bersaing dengan fenomena ini,”

“Saat ini, ada perubahan yang berbahaya bagi kompetisi baru. Menurut saya itu benar-benar mematikan sepakbola profesional Eropa, liga besar dan liga kecil. Ini akan membunuh semua pendapatan TV domestik untuk klub-klub kecil,” tegasnya. (Sumber: dailymail.co.uk)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini